<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ridhafauza&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ridhafauza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ridhafauza.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2009 16:02:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ridhafauza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ridhafauza&#039;s Blog</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ridhafauza.wordpress.com/osd.xml" title="Ridhafauza&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ridhafauza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Suka Dendam, sebab Anda akan Menjadi Korban yang Pertama</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/09/01/jangan-suka-dendam-sebab-anda-akan-menjadi-korban-yang-pertama/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/09/01/jangan-suka-dendam-sebab-anda-akan-menjadi-korban-yang-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 16:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridhafauza.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Tuhan yang mencukupi anda kemarin. Akan mencukupi Anda pada esok hari. Sebagian orang bersikap sangat pemaaf dan tidak terlalu peduli dengan kezaliman orang lain yang merampas hak-haknya. Bahkan terkadang dia pura-pura tidak mengetahuinya. Singkat kata, dia adalah orang yang sangat pemaaf dan baik hati. Dia tidak terlalu teliti menyelidiki sesuatu hingga ke akar-akarnya, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=32&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya Tuhan yang mencukupi anda kemarin.<br />
Akan mencukupi Anda pada esok hari.</p>
<p>	Sebagian orang bersikap sangat pemaaf dan tidak terlalu peduli dengan kezaliman orang lain yang merampas hak-haknya. Bahkan terkadang dia pura-pura tidak mengetahuinya. Singkat kata, dia adalah orang yang sangat pemaaf dan baik hati. Dia tidak terlalu teliti menyelidiki sesuatu hingga ke akar-akarnya, tidak menyingkap apa yang ada dibalik pernyataan-pernyataan, dan tidak merepotkan dirinya dengan urusan-urusan seperti itu.</p>
<p>	Namun sebaliknya, ada sebagian orang yang tidak mengenal kata maaf sama sekali dan sering menuntut sekecil apa pun haknya. Dia selalu berjuang mati-matian melawan orang-orang, dan dengan cara bermacam-macam untuk meraih haknya., Bahkan, bisa jadi yang bukan haknya pun ikut dituntut dan diakuinya. Dia sangat jarang mengikhlaskan apa saja yang telah menjadi haknya.</p>
<p>	Dari sisi tabiat, orang yang pemaaf lebih dekat kepada keridhaan jiwa, ketenangan hati nurani, dan terbebas dari kesedihan, sebagaimana dia lebih dekat dengan hati-hati manusiadan lebih layak mendapatkan cinta mereka. Pintu-pintu kesuksesan yang terbuka di hadapannya lebih banyak dari pada orang yang mengaggap dirinya selalu terlibat konflik dengan orang lain.</p>
<p>	Bahkan lebih dari itu, dia suka mencari-cari masalah dengan memelintir pernyataan dan maksud orang lain dengan keburukan dan kejahatan, yang menyebabkan kegelisahannya semakin menjadi-jadi. Orang-orang  pun memberi, menjegal, dan menutup pintu kesuksesan kehadapannya. Dan sesunggynya Rasulullah saw bila dihadapkan pada dua alternative pilihan, maka beliau akan memelih yang paling ringan diantara keduanya selama pilihan itu bukan dosa. Namun bila hal itu dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauh darinya.</p>
<p>	Rasulullah saw bersabda:”Allah swt, merahamati seorang hamba yang bila menjual, dia memberi maaf dan berlapang dada, demikian pula bila ia berbelanja dia pun bersikap pemaaf dan berlapang dada, dan demikian pula bila ia berpekara dia pun bersikap pemaaf dan berlapang dada.” (H.R Bukhari)</p>
<p>Sumber : As’adu-Imraatin fil’alam, oleh DR. ‘Aidh AbdullahAlQarni, M.A.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=32&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/09/01/jangan-suka-dendam-sebab-anda-akan-menjadi-korban-yang-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>120 Lulusan SMA Negeri 1 Ampek Angkek Diterima di Perguruan Tinggi</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/26/120-lulusan-sma-negeri-1-ampek-angkek-diterima-di-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/26/120-lulusan-sma-negeri-1-ampek-angkek-diterima-di-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 17:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridhafauza.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 120 lulusan SMA N 1 Ampek Angkek, Kabupaten Agam, memasuki Perguruan Tinggi (PT). Sekitar 60 persen diterima di PT favorit. Jumlah lulusan yang memasuki PT naik dari tahun sebelumnya yakni 90-an orang. “Ini jadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Insya Allah tahun berikutnya berbagai prestasi akan ditingkat lagi, “tutur Drs. H. Hamdi selaku Kepala Sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=30&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 120 lulusan SMA N 1 Ampek Angkek, Kabupaten Agam, memasuki Perguruan Tinggi (PT). Sekitar 60 persen diterima di PT favorit. Jumlah lulusan yang memasuki PT naik dari tahun sebelumnya yakni 90-an orang.</p>
<p>“Ini jadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Insya Allah tahun berikutnya berbagai prestasi akan ditingkat lagi, “tutur Drs. H. Hamdi selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Ampek Angkek, Kabupaten Agam.</p>
<p>SMA N 1 Ampek Angkek, Kabupaten Agam merupakan sekolah Bertaraf Internasional. Tahun ini lulusan siswa kelas SBI umumnya diterima di PT favorit di Indonesia. Seperti, UI, UNPAD, IPB, UNRI, USU, UNAND, UNP dan universitas lainnya. Jumlah siswa SBI TP. 2008/2009 sebanyak 30 orang, yang diterima di PTN favorit 28 orang. Enam orang lulus di UI, empat lulus PMDK dan dua lulus SPMTN.</p>
<p>Untuk menghasilkan lulusan berakreditasi  tinggi, SMA N 1 Ampek Angkek, Kabupaten Agam, menyediakan berbagai fasilitas pendukung proses belajar-mengajar yang memadai. Seperti labor IPA (Fisika, Kimia dan Biologi), komputer, multimedia, jaringan internet dan warnet. Insya Allah waktu dekat akan ditambah jaringan system<strong><em> HOTSPOT AREA , </em></strong>agar siswa dan warga sekolah termotivasi untuk bergulat dan bergelut di bidang IT.</p>
<p>Siswa SMA N 1 Ampek Angkek, Kabupaten Agam dibekali juga dengan materi pengembangan diri, seperti olahraga, kesenian, Pramuka, PMR . Bahkan dalam pengembangan diri tersebut ditambah lagi dengan silat dan randai serta yurnalistik.</p>
<p>Yurnalisitik dan pengembangan diri lainnya, bertujuan meningkatkan SDM kelak dimasyarakat serta mampu jadi penulis yang handal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=30&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/26/120-lulusan-sma-negeri-1-ampek-angkek-diterima-di-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Ramadan, Keberkahan Untuk Siapa ?</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/26/ekonomi-ramadan-keberkahan-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/26/ekonomi-ramadan-keberkahan-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 17:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridhafauza.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Saya tertegun membaca status facebook teman saya yang pegiat kemanusiaan itu. Ia gelisah karena Ramadan ini disambut oleh jor-joran diskon dan ajakan budaya konsumtif lainnya dari pusat-pusat belanja, melebihi ajakan spiritualitas Ramadan. Kegalauan rekan saya ini bukan tanpa alasan. Media televisi dan  koran serta media out door di kota-kota besar memang menawarkan surga belanja di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=27&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tertegun membaca status facebook teman saya yang pegiat kemanusiaan itu. Ia gelisah karena Ramadan ini disambut oleh jor-joran diskon dan ajakan budaya konsumtif lainnya dari pusat-pusat belanja, melebihi ajakan spiritualitas Ramadan.</p>
<p>Kegalauan rekan saya ini bukan tanpa alasan. Media televisi dan  koran serta media out door di kota-kota besar memang menawarkan surga belanja di bulan Ramadan ini.</p>
<p>Entah berapa banyak biaya komunikasi yang dikeluarkan. Yang jelas dari tahun ke tahun budaya konsumsi semakin digenjot mengiringi bumbu spiritualitas Ramadan yang terkesan seadanya.</p>
<p>Karena budaya yang entah mulai kapan ini, angka konsumsi di bulan Ramadan memang melonjak tajam. Ini seperti sebuah orkestra tanpa dirigent yang memainkan lagu mars konsumtifisme tak berkesudahan.</p>
<p>Tentang bab yang satu ini, tak kurang sudah dua kali saya diundang talk show di stasiun TV untuk mendialogkan konsumtifisme Ramadan ini. Mulai tentang fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, pemborosan konsumsi makanan, konsep mudik, budaya kemewahan di hari raya sampai kesalahan manajemen THR oleh para karyawan.</p>
<p>Saya memperkirakan angka konsumsi rata-rata naik menjadi 200 persen sampai 500 persen (baca: 2 sampai 5 kali lipat). Ramadan seakan bulan tak rasional dalam hal konsumsi.</p>
<p>Menarik untuk mengetahui siapa yang menikmati angka konsumsi yang meningkat tajam  ini. Tentu saja para produsen dan pemasar kitalah yang menerima berkahnya. Sayangnya kedua kelompok ini selalu dikuasai oleh para pemodal besar.</p>
<p>Sektor industri baik produk konsumsi seperti makanan, pakaian dan jasa misalnya selalu saja menggambarkan ekonografi piramida terbalik, dimana pangsa pasar terbesar masih dipegang oleh para pemodal besar. Taruhlah dengan menyederhanakan model piramida terbalik ini kita bisa memprediksi sekitar 2/3 bagian dari nilai konsumsi publik dinikmati oleh hanya beberapa orang saja, sedangkan para pengrajin dan industri kecil lainnya yang jumlahnya banyak sekali ini hanya memperebutkan pangsa pasar 1/3 dari ekonomi Ramadan.</p>
<p>Saya juga memperkirakan angka koreksi pembagian kemakmuran yang mungkin terkucur dari penghasilan masyarakat yang menjadi karyawan sangat kecil. Hitungan saya ini didasarkan angka empiris  bahwa sektor ini dihitung  umumnya tak lebih dari 10% dari harga pokok penjualan produsen besar.</p>
<p>Parahnya struktur pemasaran juga tak mendorong distribusi yang ideal. Para pemodal besar dan jaringan pemasaran asing telah  masuk ke jantung ekonomi rakyat secara masif. Hal ini telah merubah peta jaringan pasar secara ekstrem dalam kurun dua dekade ini.</p>
<p>Terpinggirkannya pasar tradisional yang merupakan market base bagi para pengusaha kecil oleh jaringan pemasar raksasa bermodal besar secara signigfikan sengaja atau tak sengaja telah mengerdilkan pertumbuhan sektor perdagangan rakyat. Saya sedih menyaksikan warung-warung tradisional yang terpinggirkan oleh menterengnya minimarket milik jaringan produsen yang ada di pinggir jalan dan bahkan masuk ke gang kecil di kota dan desa.</p>
<p>Apalagi mengingat sang agresor pasar rakyat ini dimodali oleh kucuran bank milik negeri ini. Yang tersisa adalah ceruk-ceruk kecil dari market share konsumsi Ramadan yang mungkin masih kukuh dipertahankan oleh komunitas-komunitas atau lingkungan kecil yang mencoba bertahan dan membangun konsep ekonomi yang memungkinkan berbagi dengan lebih adil, namun hal ini sangat terbatas.</p>
<p>Maka kita bisa memperkirakan siapa yang mengonggok keuntungan pada kurun Ramadan ini. Lalu Ramadan yang penuh berkah akan berarti sempit karena kita semua telah ikut mendesain &#8216;keberkahan&#8217; ini tak terbagi proporsional.</p>
<p>Dalam kolom yang terbatas ini saya memang sekedar membingkai potret suram ini dengan garis yang sedikit lebih jelas. Bukan untuk membuat kita pesimis. Namun untuk menunjukkan bahwa ini adalah medan &#8216;jihad&#8217; kita untuk membangkitkan kemakmuran lebih dirasakan sebanyak mungkin masyarakat.</p>
<p>Tulisan ini memang menyisakan sejumlah PR buat kita. Untuk membenahinya kita mulai dari mengumpulkan data dan protret masalahnya yang lebih lengkap dan tentu saja semangat menyala untuk ikut bersama menyelesaikannya.</p>
<p><em>Suara Muhammadiyah / 22-Aug-2009 </em></p>
<p>*) Moh. Arifin Purwakananta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=27&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/26/ekonomi-ramadan-keberkahan-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah…</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/bersyukurlah%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/bersyukurlah%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN. Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=16&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.</strong><br />
Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.<br />
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.<span id="more-16"></span></p>
<p>Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang kaya. Orang yang kaya bukanlah orang yang memiliki banyak hal tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.Seorang pengarang pernah mengatakan,“Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orangyang Anda nikahi” Ini perwujudan rasa syukur.Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingk an diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar gonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya.Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”Bersyukurlah !Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh…Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadiberkah bagimu …Sumber : beraniegagal.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=16&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/bersyukurlah%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pemuda Mencari Guru Agama</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/seorang-pemuda-mencari-guru-agama/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/seorang-pemuda-mencari-guru-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia diminta kedua orangtuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatinya. Akhirnya orang tua pemuda itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=14&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia diminta kedua orangtuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kyai dari pinggiran kota.</p>
<p>Pemuda : ”Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?”<br />
Kyai : ”Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.”<span id="more-14"></span><br />
Pemuda : ”Anda yakin? Sedangkan Profesor di Amerika dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”<br />
Kyai : ”Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.”</p>
<p>Pemuda : ”Saya ada 3 pertanyaan:<br />
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya !<br />
2. Kalau memang benar ada takdir, tunjukkan takdir itu pada saya !<br />
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”</p>
<p>Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.</p>
<p>Pemuda : (sambil menahan sakit) ”Hei ! Kenapa anda marah kepada saya?”<br />
Kyai : ”Saya tidak marah&#8230; Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.”</p>
<p>Pemuda : ”Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.”<br />
Kyai : ”Bagaimana rasanya tamparan saya?”</p>
<p>Pemuda : ”Tentu saja saya merasakan sakit.”<br />
Kyai : ”Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?”</p>
<p>Pemuda : ”Ya!”<br />
Kyai : ”Tunjukan pada saya wujud sakit itu!”</p>
<p>Pemuda : ”Saya tidak bisa.”<br />
Kyai : ”Itulah jawaban pertanyaan pertama&#8230;kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.&#8221;</p>
<p>Kyai : ”Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”<br />
Pemuda : ”Tidak.</p>
<p>Kyai : ”Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?”<br />
Pemuda : ”Tidak.”</p>
<p>Kyai : ”Itulah yang dinamakan takdir.”</p>
<p>Kiyai : ”Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”<br />
Pemuda : “Kulit.”</p>
<p>Kyai : “Terbuat dari apa pipi anda?”<br />
Pemuda : “Kulit.”<br />
Kyai : “Bagaimana rasanya tamparan saya?”<br />
Pemuda : “Sakit.”</p>
<p>Kyai : “Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang ditempatkan bersama syaitan di neraka..”</p>
<p>Pemuda itu langsung tertunduk dan memeluk kyai tersebut sambil memohonnya untuk mengajarkan Islam lebih banyak lagi.<br />
Sumber : http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=256</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=14&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/seorang-pemuda-mencari-guru-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SYEKH AHMAD KHATIB ALMINANGKABAWY</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/syekh-ahmad-khatib-alminangkabawy/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/syekh-ahmad-khatib-alminangkabawy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Syeikh Ahmad Khatib adalah seorang ulama terkenal asal Minangkabau, kelahiran Koto Tuo Balai Gurah, Kecamatan IV Angkat Candung, Kabupaten Agam. Beliau memulai dan mengakhiri kariernya sebagai ulama di Makkah Al Mukarramah, dan terkenal dengan panggilan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy. Kata “Al-Minangkabawy” menunjukkan bahwa beliau berasal dari Ranah Alam Minangkabau. Begitu meninggalkan Ranah Minang, beliau langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=12&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syeikh Ahmad Khatib adalah seorang ulama terkenal asal Minangkabau, kelahiran Koto Tuo Balai Gurah, Kecamatan IV Angkat Candung, Kabupaten Agam. Beliau memulai dan mengakhiri kariernya sebagai ulama di Makkah Al Mukarramah, dan terkenal dengan panggilan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy. Kata “Al-Minangkabawy” menunjukkan bahwa beliau berasal dari Ranah Alam Minangkabau.</p>
<p>Begitu meninggalkan Ranah Minang, beliau langsung berangkat menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu, sehingga akhirnya beliau menjadi guru, ulama dan syeikh yang terkenal di tanah suci tersebut, dengan pusat kegiatannya Masjidil Haram.<span id="more-12"></span></p>
<p>Semenjak berangkat pertama, tidak pernah pulang ke Minangkabau, sampai beliau berpulang ke alam baqa di kota tersebut. Beliau juga menikah dan berketurunan disana. Isteri, anak-anak dan cucu-cucunya adalah semua orang Arab.</p>
<p>Ahmad Khatib adalah anak dari Khatib Nagari  yang berasal dari Koto Gadang, hasil perkawinannya dengan “Limbak Urai”  yang berasal dari KotoTuo Balai Gurah. Beliau bersaudara sebanyak lima orang yaitu beliau sendiri, H. Aisyah, H. Mahmud, H. Hafsah dan H. Safiah, sedang dari ibu tirinya Kalsum di Koto Gadang, beliau mempunyai saudara yang bernama “Khailan Samsu”. Dari pihak Bapak, beliau mempunyai hubungan dengan Inyiak H. Agus Salim (saudara sepupu) dan dari pihak ibu, Seikh Ahmad Khatib  bersaudara ibu dengan H. Thaher Jalaluddin seorang Ulama Falak yang terkenal di tanah Melayu (Malaysia sekarang)</p>
<p>Melihat silsilah keturunan beliau bersambung  ke atas, tampaknya beliau juga punya hubungan dengan Tuanku Nan Tuo, seorang guru dari pejuang dan Ulama-ulama Paderi.</p>
<p>1           Ahmad Khatib kecantol dengan seorang puteri Mekkah, yaitu anak dari Saleh Kurdi, pemillik Toko Kitab di Babus Salam, dekat Masjidil Haram Saleh Kurdi dengan kesopanan, kerajinan dan kealiman Ahmad Khatib, yang diperhatikannya setiap hari, sewaktu keluar-masuk Masjidil Haram melewati Toko Kitabnya. Rupanya tidak cukup hanya seorang putri diamanahkan Saleh Kurdi  untuk dikawini Ahmad Khatib, bahkan putrinya yang kedua juga dikawinkan dengan Ahmad Khatib setelah putrinya yang</p>
<p>pertama itu meninggal dunia. Dalam istilah Minagkabau hal semacam itu disebut</p>
<p>“mangganti lapiak” (mengganti tikar)</p>
<p>Dari isteri yang pertama itu mendapatkan seorang putra yang bernama Abdul Karim dan dari isteri yang kedua Ahmad Khatib dikurnai tiga orang anak yaitu Abdul Malik, Abdul Hamid dan  Siti Khadijah. Dengan demikian Syeikh Ahmad Khatib mempunyai tiga orang putra dan seorang putri dari kedua putri yang bersaudara itu. Ahmad Khatib tidak pernah berpoligami, dan tidak pernah kawin lagi setelah istri yang kedua itu. Amatlah disayangkan, tidak ada putri Minang yang sempat teman hidup Syeikh Ahmad Khatib, sehingga juga tidak ada anak Minangyang berayah kepada beliau. Menurut keterangan seorang cucu beliau yang bernama Zakiyah Tamin di Koto Tuo Balai Gurah, salah seorang putra beliau yang bernama Abdul Hamid (anggota parlemen dan kemudian menjadi Duta Arab Saudi di Karachi) pernah datang ke Indonesia pada tahun 1938 dan berkunjung ke rumah bakonya di Koto Tuo. Terkandung maksud bagi Abdul Hamid untuk menggaet salah seorang putri dikalangan bakonya itu, yang akan dipersuntingnya sebagai istri, dengan tujuan agar pertalian kekeluargaan antara keturunan Syeikh Ahmad Khatib di Mekkah dengan keluarga Syeikh  di Minangkabau selalu terjalin erat dan terus bersambung. Tetapi…….. apa hendak dikata, semua wanita dikalangan bakonya sudah berpunya. Dan untuk menunggu yang baru atau yang akan lahir, rasanya usianya sudah terlalu tua. Maka niatnya itu tidak terkabul sama sekali. Namun surat menyurat masih berjalan terus antara keturunan Syeikh Ahmad Khatib di Mekkah dengan keluarga yang masih ada di Koto Tuo Balai Gurah . Apa lagi Syeikh Ahmad Khatib dulu telah memanggil beberapa kemenakannya untuk datang dan menetap di Mekkah, mereka pun telah mempunyai keturunan pula disana.</p>
<p>Perkampungan keluarga Syeikh tersebut di Mekkah bernama “Garara Kampung Syamsiyah”. Banyak dianara mereka yang menjadi Syeikh Pelayan Haji dan memeberikan banyak pertolonganya kepada jamaah haji asal Minangkabau apalagi yang punya hubungan dengan Syeikh Ahmad Khatib.</p>
<p>Dari keterangan atau informasi tersebut dapat diketahui bahwa sebahagian besar keluarga Syeikh Ahmad Khatib bermukim di Mekkah menjadi warga negara Arab Saudi. Dengan perkataan lain Syeikh Ahmad Khatib mempunyai saham yang paling besar dalam menambah kwantitas penduduk Mekkah khususnya dan warga Arab Saudi umumnya. Semoga Allah SWT memberikan keampunan kepada beliau dan menempatkan pada tempat yang Mulia, Amin.</p>
<p>2           Mengenai tahun kelahiran dan tahun keberangkatannya ke Mekkah terdapat perbedaan antara keterangan Hamka dengan keterangan Tamar Djaya. Hamka mencatat bahwa Ahmad Khatib dilahirkan tanggal 6 Zulhijjah 1276 Hijriyah (1860 M) dan berangkat ke Mekkah dalam usia 11 tahun, bersama ayahnya sendiri Khatib Nagari, untuk menunaikan Ibadah Haji dan mendalami ilmu agama dari alim ulama yang berada di Mekkah. Pada mulanya Ahmad Khatib akan memasuki Sekolah Raja di Bukittinggi, tetapi tidak jadi. Menurut Tamar Djaya, setelah Ahmad Khatib menamatkan Sekolah Rendah dikampungnya sendiri (tahun 1877 M). Ahmad Khatib berangkat ke Mekkah, karena beliau tertarik dengan ilmu agama dan ingin mendalaminya langsung ke</p>
<p>sumber aslinya (ke negeri dimana Islam mula-mula diturunkan).</p>
<p>Perbedaan tanggal dan tahun ini tidak begitu penting dan akan dapat dijelaskan dengan Hijrat (catatan autentik tentang kelahiran beliau), tetapi amatlah disayangkan hal itu belum diketemukan dari keluarga Syeikh. Yang jelas adalah beliau ke Mekkah dalam usia muda (belum kawin), belajar agama Islam di sana, kemudian menjadi guru dan akhirnya menjadi syeikh terkenal. Beliau menikah, berketurunan dan meninggal di tanah suci tersebut, tanpa pernah kembali ke Indonesia barang sekalipun. Beliau meninggal hari Senin bulan Jumadil Akhir 1334 (1915 M), dalam usia 63 tahun</p>
<p>Ilmu pengetahuan utama yang didalaminya adalah Ilmu Fiqhi, disamping juga mempelajari ilmu agama lainnya dan ilmu umum seperti ilmu Falak, ilmu Hisab, ilmu Al Jabar dsb. Aliran Fiqhi yang dipelajari dan dianutnya adalah Mazhab Syafi’i. Guru-gurunya adalah : Zaid Ahmad Zain Dahlan, Said Bakri Syatta dan Syeikh Yahya Kabli.</p>
<p>Ahmad Khatib termasuk murid  yang rajin, tekun dan cerdas dalam menuntut pelajaran, baik diwaktu belajar dikampung halamanny, maupun setelah berada di Mekkah. Kerajinan dan kecerdesannya  itulah yang menyebabkan beliau dapat menimba ilmu yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, khususnya dalam bidang Hukum Islam. Dengan usaha dan jasa mertuanya Saleh Kurdi, Ahmad Khatib dapat membuat suatu Halakah  tempat ia mengajar di dalam Masjidil Haram. Dalam waktu yang singkat ia telah dikelilingi oleh beratus-ratus orang yang ingi menjadi muridnya. Sebagian besar murid itu berasal dari Indonesia dan Semenanjung Malaysia, yang dulu disebut dengan julukan “Orang Jawi”. Kemasyhurannya sebagai Mudarris (guru), meningkat menjadi Imam dan Khatib dalam Mazhab Syafi’i di Masjidil Haram. Kerajaan Istambul menggelari Ahmad Khatib dengan “Bey Tunis”, sebagai guru suatu tanda jasa yang diberikan kepada orang yang berjasa besar dalam bidang ilmu pengetahuan, Banyak Raja-raja dan Sultan-sultan di tanah Air dan di daerah Simenanjung yang meminta fatwaagama kepada beliau melalui surat-menyurat, yang selanjutnya diiringi dengan menukar tanda mata. Diantaranya yang beliau kirimkan adalah “Bacaan Khutbah Kedua” yang disebut juga dengan Khutbah “Na’at”, dan inilah yang dibaca oleh Khatib di negeriyang berada dibawah naungan sultan yang meminta fatwa kepada Ahmad Khatib, seperti tersebut diatas.</p>
<p>Beliau juga banyak menulis buku-buku agama mengenai Fiqhi, Ushul Fiqhi, Tashauf dan lain-lain dalam bahasa Melayu dan Bahasa Arab.</p>
<p>Sumber : Riwayat Hidup dan Perjuangan 20Ulama Besar Sumatera Barat</p>
<p>Penerbit : Islamic Centre Sumatera Barat tahun 1981</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=12&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/syekh-ahmad-khatib-alminangkabawy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEKADENSI MORAL dan ROHANI</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/dekadensi-moral-dan-rohani/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/dekadensi-moral-dan-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Tidak pelak lagi, sekiranya tidak karena mereka yang berjiwa bersih, yang mencapai derajat ihsan dan kesucian batin, tentu masyarakat islami akan hancur, baik iman maupun rohaninya; gelombang “materialisme” yang sesat akan melalap sisa keimanan umat; hubungan kalbu dengab Allah, kehidupan dengan ruh, dan masyarakat dengan akhlak akan lemah; keikhlasan dan keridhaan akan hilang; penyakit batin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=10&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak pelak lagi, sekiranya tidak karena mereka yang berjiwa bersih, yang mencapai derajat ihsan dan kesucian batin, tentu masyarakat islami akan hancur, baik iman maupun rohaninya; gelombang “materialisme” yang sesat akan melalap sisa keimanan umat; hubungan kalbu dengab Allah, kehidupan dengan ruh, dan masyarakat dengan akhlak akan lemah; keikhlasan dan keridhaan akan hilang; penyakit batin akan merajalela, lalu menggorogoti hati dan jiwa; dokter akan hilang; orang akan menyerbu kesenangan dunia yang hina, ahli imu berlomba-lomba mengejar kehormatan, harta dan kedudukan; mereka dicengkeram kerakusan.<span id="more-10"></span><br />
<strong>Krisis Rohani dan Akhlak di Bebeberapa Belahan Bumi Islami</strong><br />
Lihatlah Negara-negara tempat dakwah kepada Allah, Rabbaniyah dan pensucian jiwa yang lama lemah. Di sana jarang sekali terdapat para da`I yang nenyeru kepada Allah, memperbaharui hubungan dengan Alllah, dan memperbaiki batin, karena telah masuknya kebudayaan barat. Sungguh kit akan merasakan kekosongan yang menakutkan didalamnya, tidak diisi dengan kegiatan memperdalam ilmu dan berpikir, tidak mempunyai kelebihan kecerdasan, tidak mempunyai kekayaan adab, tidak dekat dengan bahasa Al Quran dan As Sunnah, dan tidak mempunyai kenikmatan kemerdekaan. Ini benar-benar suatu krisis rohani dan akhlak yang tidak ada obatnya, problem terberat bagi masyarakat yang tidak bisa dipecahkan. Bangsa jadi pemburu materi  yang gila, rakus terhadap harta yang buta, bergelimang dalam penyakit sosial dan akhlak. Kemudian kaum terpelajar, baik pelajar dalam bidang agama maupun dalam ilmu budaya, menjadi mangsa ketamakannya kepada kehormatan, kedudukan, dan penyakit batin seperti dengki, kikir, riya, sombong dan egois; suka menonjolkan diri, munafik dan menipu, tunduk kepada materi  dan kekuatan. Berbagai gerakan sosial dan politik telah dirusak oleh keinginan, tidak ada pendidikan jiwa, dan lemahnya kepemimpinan. Yayasan dirusak oleh perselisihan, perpecahan, kurang rasa tanggung jawab, dan berpikir yang berlebihan tentang materi  dan tambahan gaji. Kekuasan ulam menjadi lemah karena perhatiannya yang berlebihan terhadap kemewahan , bahkan ikut berkecimpung dengan money politic, gasak, gosok dan gesek  jadi andalan untuk duduk dalam jabatan.<br />
Bagaimana ujung  perjalan bangsa….. dan umat……. Jawabanya ada pada kaum ulama, umarak, dan kaum “tanpa tanda jasa”. (Disadur dari tulisan DR. Abulhasan Ali An-Nadwi “RABBANIYAH LA RAHBANIYYAH”, Beirut : Darusy Syuruq  1983)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=10&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/dekadensi-moral-dan-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak Guru Siapkah Bersaing dengan Internet?</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/pak-guru-siapkah-bersaing-dengan-internet/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/pak-guru-siapkah-bersaing-dengan-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[PESATNYA arus globalisasi serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)saat ini menuntut perubahan sikap dan pola pikir guru. Sebab, peran guru saat ini makin tersaingi dengan keberadaan internet dan televisi. Sekolah melalui gurunya harus bisa menjadi lembaga yang tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga nilai-nilai luhur. Demikian benang merah imbauan yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=9&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PESATNYA </strong>arus globalisasi serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)saat ini menuntut perubahan sikap dan pola pikir guru. Sebab, peran guru saat ini makin tersaingi dengan keberadaan internet dan televisi. Sekolah melalui gurunya harus bisa menjadi lembaga yang tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga nilai-nilai luhur.</p>
<p>Demikian benang merah imbauan yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf saat menjadi pembicara <em>keynote </em>dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Majalah <em>Guruku</em>, Selasa (10/3) di Sabuga. Kegiatan yang diadakan cuma-cuma ini diikuti sekitar 1.500 guru se-Bandung Raya.<span id="more-9"></span></p>
<p>Menurutnya, internet dan televisi sebetulnya merupakan alternatif sumber belajar. Namun, pada kenyataannya, tidak jarang ini menggeser peran guru sebagai penyampai ilmu. &#8220;Saya terkejut anak saya yang baru berumur 8 tahun sudah pandai buka-buka <em>website</em>. Ditanya dia ikut les atau tidak, ternyata dia jawab tidak,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dari pengalaman ini muncul pesan, internet dalam wadah TIK merupakan sumber yang luas untuk belajar. Jika guru tidak memutakhirkan dirinya terhadap perkembangan TIK, ucapnya, maka daya saing bangsa akan kian tertinggal. &#8220;Ke depan kan bakal banyak guru-guru asing mengajar di Indonesia, khususnya Jabar. Yang saya khawatirkan, justru mereka berasal dari Negara Jiran. Ini adalah tantangan.&#8221;</p>
<p>Fenomena situs jaringan pencari kawan macam Friendster dan Facebook, ucapnya makin menegaskan fenomena masyarakat digital. Dalam konsep ini, masyarakat bagaikan sebuah keluarga besar yang melintasi batas wilayah dan saling aktif bertukar informasi. Sekolah, ucapnya, merupakan benteng untuk menyaring budaya global yang tidak sesuai budaya lokal. Di sinilah sekolah berperan sebagai lembaga transfer nilai.</p>
<p>Dalam kuliah umum, Kepala Subbidang Penghargaan dan Perlindungan Guru Direktorat Jenderal Depdiknas RI Dian Mahsnah mengatakan, guru sejatinya tetap kunci dalam proses pembelajaran. Namun, sebagai agen perubahan, guru dituntut harus mampu melakukan validasi-memperbaharui kemampuannya, sesuai dengan tuntutan zaman agar tidak tertinggal.</p>
<p><strong>Krisis guru idola </strong></p>
<p>Menyinggung soal masih banyaknya guru yang gagap teknologi, menurutnya, hal ini lebih disebabkan karena faktor individu, enggan memperbaiki diri. Dengan adanya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), guru sebetulnya dituntut lebih memberdayakan TIK untuk proses pembelajaran bermutu. Demikian diucapkannya.</p>
<p>Hal yang tidak kalah penting adalah membiasakan mengajar dengan menyenangkan. Dengan demikian, pembelajaran menjadi semakin menarik bagi siswa. Berdasarkan survei yang disampaikannya, saat ini tengah terjadi krisis guru idola di Indonesia. Tingkat kepanutan guru di mata siswa hanya 58 persen. Kalah jauh dibandingkan tingkat panutan orangtua (90 persen), bahkan sesama teman sebaya (88 persen).</p>
<p>Menurut Pemimpin Redaksi Majalah <em>Guruku </em>Ismed Hasan Putro, guru merupakan penentu peradaban suatu bangsa, ujung tombak pendidikan. Selayaknya, anggaran 20 persen untuk pendidikan, 40 persennya diarahkan untuk perbaikan kesejahteraan guru. Demikian dikatakan Ketua Masyarakat Profesional Madani ini.</p>
<p>Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/03/10/20241954/pak.guru.siapkah.bersaing.dengan.internet</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=9&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/pak-guru-siapkah-bersaing-dengan-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIALOG TUHAN DENGAN IBLIS</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/dialog-tuhan-dengan-iblis/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/dialog-tuhan-dengan-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Kata Rasulullah Saw, :”Suatu ketika terjadi dialog antara Iblis dengan Tuhan. Ya Tuhan ku!, Engkau telah turun kan Adam ke bumi, tentu akan Engkau berikan kepadanya kitab dan rasul. Apa kitab dan rasul mereka?. Jawab Tuhan, :”Rasul mereka Malaikat dan nabi-nabi dari kalangan mereka sendiri, sedang kitab mereka Taurat, Injil, Zabur dan Furqan (Al Quran)”. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=8&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kata Rasulullah Saw, :”Suatu ketika terjadi dialog antara Iblis dengan Tuhan. Ya Tuhan ku!, Engkau telah turun kan Adam ke bumi, tentu akan Engkau berikan kepadanya kitab dan rasul. Apa kitab dan rasul mereka?. Jawab Tuhan, :”Rasul mereka Malaikat dan nabi-nabi dari kalangan<span> </span>mereka sendiri, sedang kitab mereka Taurat, Injil, Zabur dan Furqan (Al Quran)”.<span id="more-8"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kalau begitu apa yang akan jadi kitab oleh ku?,Jawab Tuhan, :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Kitab mu, <em>Wasyam (tato),</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Bacaan ku (qur’an) <span> </span>ku, qura`an mu nyanyi (syair) yang latah,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Rasul ku?, rasul mu tukang tenung,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Makanan ku?, makanan mu, makanan yang tidak baca </span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Bismillaah…..,<em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Minum ku?, minuman mu setiap minuman yang memabukkan,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kebenaran ku?, kebenaran mu kebohongan(memutar-balikkan fakta),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>7.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Rumah ku?, rumah mu pemandian terbuka (telanjang)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>8.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Buruan/mangsa ku?, mangsa mu kaum wanita </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>9.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Muazzin ku?, muazzin mu bunyi-bunyian (musik, band dll) yang tidak ada pencerminan moral Islam,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>10.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&quot;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Masjid ku?, masji d mu pasar-pasar (berjual-beli tidak jujur, menipu pembeli. Mudah bersumpah, pada hal sudah berlaba. Namun pedagang tesebut bersumpah :”Demi Allah saya belum berlaba, harga ini baru pokok) (Riwayat Thabrani dari Ibnu Abbas)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Alat yang ampuh agar tidak masuk terperangkap syetan ialah, perbanyak zikir, istighfar kepada Allah Swt.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam hadis Qudsi, berkata Iblis kepada Tuhannya, :”Demi keagungan dan kebesaran Engkau ya Tuhan, aku akan sesatkan anak Adam selagi<span> </span>roh mereka ada”. Maka Allah Swt berfirman:”Demi keagungan-Ku, Aku akan selalu mengampuni mereka, selama mereka minta ampun kepada-Ku”. (Abu Nu’aim dari Abu Said)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sabda Rasulullah Saw. :”Sesungguhnya iblis berkata, Aku menghancurkan anak Adam dengan dosa, lalu mereka hancurkan aku dengan <strong>Istighfar”. </strong>(Ibnu ‘Ashim)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Waspadailah tipuan, rayuan dan perangkap<span> </span>yang dipasang syetan<span> </span>dimana-mana.</span></p>
<p><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(Sumber: “Inti Pengajian Islam” . Oleh KH. Radhin Rahman)</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=8&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/dialog-tuhan-dengan-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masjid Nabawi</title>
		<link>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/halo-dunia/</link>
		<comments>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ridha Fauza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan pusat kegiatan dikota Madinah, keistimewaan masjid Nabawi ialah adanya makam Nabi kita Muhammad SAW, Abu Bakar dan Umar didalamnya, tempat makam ini gampang ditandai dari luar karena kubah hijau besar terletak diatasnya dan merupakan satu-satunya kubah yang berwarna hijau, juga terletak Raudah dekat makam Nabi Muhammad SAW yang dipercaya nantinya merupakan bagian dari taman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=6&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">Merupakan pusat kegiatan dikota Madinah, keistimewaan masjid Nabawi ialah adanya makam Nabi kita Muhammad SAW, Abu Bakar dan Umar didalamnya, tempat makam ini gampang ditandai dari luar karena kubah hijau besar terletak diatasnya dan merupakan satu-satunya kubah yang berwarna hijau, juga terletak Raudah dekat makam Nabi Muhammad SAW yang dipercaya nantinya merupakan bagian dari taman di surga.<span id="more-6"></span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"> Dibawah Kubah Hijau ini terletak makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar dan Umar.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">Nabawi adalah Masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya di tengah kota Madinah. Pembangunannya dimulai pada bulan Rabiul Awal tahun 1 H (September 662M) setelah beliau hijrah dari Mekah ke Yastrib (nama Madinah dulu).</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">Perletakan batu pertama dilakukan oleh Nabi SAW diikuti oleh Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali dan pada awalnya Masjid ini sangat kecil yaitu hanya sekitar 1050 m2 saja. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">Tiang-tiang dibuat dari batang kurma sedangkan penerangannya dari pelepah kurma yang dibakar.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Masjid ini berapa kali terbakar dan kemudian diperbaiki kembali. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Menurut buku Mirat-I Madinah, pertama kali dibangun panjang masjid 29m dan lebarnya 25m. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Dua bulan sebelum perang Badar, pada bulan Rajab tahun kedua, setelah adanya perintah merubah arah kiblat maka pintu masjid dirubah dari dinding utara ke dinding selatan yang dinamakan pintu Bab-ut-tawassul dan luas masjid menjadi 1764m2 (42m x 42m). </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">Selama pemerintahan Walid bin Abdulmalik tahun 781M panjang masjid menjadi 126 dan lebar 76m, kemudian pada tahun 1955 panjangnya menjadi 128m dan lebar 91m. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Masjid Nabawi mempunyai 5 pintu utama, 2 terletak di sebelah barat yang dekat arah kiblat disebut Babussalam dan pintu satu lagi terletak didekat pojok utara disebut Baburrahma. Sisi timur Masjid tidak terdapat pintu, dekat dinding sebelah selatan terletak Bab Jibril yang berlawanan arah dengan Baburrahman. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Dalam perjalanannya Masjid ini mengalami berbagai perkembangan besar. Bulan Safar 1405 H (Nov 1984M) Raja Fahd meletakan batu pertama projek perluasan Masjid yang akan menjadi Masjid termegah sepanjang sejarah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Pembangunannya baru dimulai tepat 1 tahun kemudian yaitu oktober 1985 dengan menggusur semua bangunan yang ada sekitar Masjid berupa pertokoan, pasar, hotel dan gedung bertingkat yang sudah berusia ratusan tahun silam dengan ganti kerugian yang sangat mahal. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Sebuah majalah bahkan menyatakan harga tanah disana mencapai SR 250.000/m2 atau sekitar USD67.000, padahal harga tanah di kawasan elite New York hanya USD26.000 saja. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><a title="nabawi.jpg" href="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/11/nabawi.jpg"><img style="float:left;" src="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/11/nabawi.jpg?w=600&#038;h=100" alt="" width="NaN" height="100" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">Penggusuran pertama seluas 100.000m2 dan diatas tanah tersebut dibangun Masjid baru seluas 82.000m2 yang mengitari dan menyatu dengan bangunan yang sudah ada dan dengan tambahan ini maka luas Masjid menjadi 98.000m2 yang mampu menampung sekitar 167.000 jemaah sekaligus dilantai dasar. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Lantai atasnya dapat menampung 90.000 jemaah dan apabila ditambah dengan halaman Masjid bisa mencapai 650.000 jemaah pada hari biasa dan lebih dari 1.000.000 pada musim haji atau bulan ramadhan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Untuk pengaturan udara dalam Masjid yang sangat luas ini dibuat 27 ruangan terbuka dengan ukuran 18×18m yang mengagumkan ada 9 buah atap Masjid berbentuk kubah yang dapat terbuka dan tertutup secara manual atau otomatis. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Biasanya kubah ini dibuka setelah sembahyang Zuhur, udara segar mengalir dan masjid tidak terasa panas. Setiap kubah mempunyai berat sekitar 80 ton terbuat dari kerangka baja dan beton yang dilapisi kayu pilihan dengan hiasan relief yang sangat indah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Untuk menyejukan seluruh ruangan didalam Masjid dibangun satu unit AC central raksasa diatas tanah seluas 70.000m2 yang letaknya 7 km sebelah barat Masjid. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Hawa dingin disalurkan melalui pipa bawah tanah dan didistribusikan ke setiap penjuru Masjid melalui bagian bawah dari setiap pilar yang berjumlah 2104 buah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Sebelum diperluas, Masjid ini hanya punya 4 menara namun sekarang setiap pojok ada menara baru sehingga jumlahnya menjadi 10 buah termasuk 2 menara besar yang mengapit pintu gerbang utama. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Dipuncak semua menara yang tingginya 104m terdapat ornamen bulan sabit dari bahan perunggu dilapis emas murni 24 karat dengan tinggi 7m dan berat 4.5 ton. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Diketinggian 87m dipasang sinar laser yang memancarkan cahaya kearah Mekah sejauh 50Km untuk menunjukan arah kiblat dan dinyalakan pada waktu tertentu terutama waktu solat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Pada bagian tengah Masjid terdapat 2 ruang terbuka yang setiap ruangan dilengkapi enam buah payung artistik hasil perpaduan arsitektur modern dan teknologi canggih dan dapat digerakan secara otomatis untuk membuka dan menutupnya. Payung ini anti api dan batang payung juga berfungsi sebagai saluran AC. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Jangan khawatir kalau rindu minum air zam-zam karena seperti di Masjid Haram, disinipun banyak sekali terdapat tempat minum air zam-zam, saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka mengalirkan atau membawa air zam-zam dari Mekah kesini dengan jarak 450km. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;"><br />
Dibawah Masjid ada tempat parkir mobil untuk lebih dari 10.000 mobil dengan jalan akses langsung ke luar kota Madinah sehingga tidak mengganggu lalu lintas sekitar Masjid, luar biasa sekali konstruksi masjid ini dan secara arsitektur sangat modern, entah Teknologi level berapa kalau ikut istilah pak Riyanto</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial,sans-serif;">.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;">Sumber : http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/01/al-nabawi/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridhafauza.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridhafauza.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridhafauza.wordpress.com&amp;blog=8973538&amp;post=6&amp;subd=ridhafauza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridhafauza.wordpress.com/2009/08/14/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/221e4ae2646313d8701d0017c556b319?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridha fauza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayofmuslim.files.wordpress.com/2007/11/nabawi.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
